Apakah orang dibaptis pasti masuk surga?

9 Des 2018 | Kabar Baik

Setidaknya dua kali dalam setahun, Gereja Katolik mengambil masa khusus untuk mengajak kita bertobat. Yang pertama adalah Masa Pra-Paskah untuk menyambut Paskah dan Masa Advent seperti sekarang ini untuk menyambut Natal, 25 Desember nanti.

Pertobatan adalah sebuah langkah balik kepada Allah. Kita diajak berpaling dari yang jahat sekaligus membawa keputusan untuk mengubah hidup serta harapan atas belas kasihan ilahi dan bantuan rahmat-Nya. (KGK. 1431 tentang Tobat Batin).

Seseorang pernah bertanya kepadaku terkait hal-hal di atas. Begini, ?Donny, kalau pertobatan itu memuat janji untuk tidak akan mengulanginya lagi kenapa Gereja menekankan pentingnya makna tobat bahkan dua kali dalam satu tahun seolah kita ini makhluk yang tidak bisa dipercaya untuk tidak mengulangi kesalahan!??

Kawanku tadi tentu kelewat ?sensi?. Sebagai umat, aku tidak memandang seperti itu. Justru ini adalah tanda betapa Allah itu Maha Rahim karena melalui Gereja SuciNya kita diajak untuk meneliti batin dan bertobat.

Dan ajakan Tuhan selalu lembut sehingga kalau kawan tadi berkeras untuk tak bertobat karena merasa sudah tak berdosa ya silakan saja, kan?

Kita tidak harus bertobat kalau memang sudah merasa tidak berdosa, sebaliknya kalau memang kita berdosa, saat-saat ini adalah saat terbaik untuk kita menyadari kedosaan kita itu! Simple! Jangan dibikin repot!

Yang tak kalah menarik terkait pertobatan sebenarnya apa yang dikatakan Yohanes Pembaptis dan dicatat Lukas hari ini, ?Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.? (lih. Lukas 3:3).

Dimana menariknya?

Perkataannya itu terbangun dari tiga tahap. Tahap pertama adalah ajakan bertobat, kedua ajakan untuk dibaptis dan yang ketiga yang mungkin adalah konklusi dari dua tahap sebelumnya, Allah akan mengampuni dosa kita.

Maka pertanyaannya sekarang adalah, jika kita sudah dibaptis apakah itu artinya kelak kita sudah pasti masuk surga?

Tidak!

Lumen Gentium 14 menyatakan bahwa hidup kudus itu selalu harus diperjuangkan dengan cara mempraktekkan kasih kepada Tuhan dan sesama.

Wah kalau begitu pembaptisan nggak ampuh dong?

Baptis adalah sarana untuk menuju pada keselamatan jadi ketika ada orang yang tak mau memanfaatkan sarana itu ya bukan berarti bahwa sarana itu tak bermanfaat, bukan?

Justru mari semakin menjadi saksi kesucian sakramen pembaptisan tersebut bahwa Ia tak hanya mampu membebaskan kita dari dosa asal dan pola hidup lama tapi juga mengubah hidup sehingga kita mau menjadi manusia baru yang terus berjuang dalam kasihNya!

Sydney, 9 Desember 2018

Jangan lupa isi Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.