Banyak orang yang baru mengenalku beberapa tahun belakangan ini melalui social media dan blog, bertanya kepadaku, apa profesiku sebenarnya?
Ketika kuminta mereka untuk menebak, dugaan mereka biasanya kalau nggak wartawan, editor, penulis atau dosen. Semua asumsi di atas masuk akal karena kebanyakan mereka hanya mengenalku dari blog yang selalu update ini. Ada pula yang lain yang menebak sebagai orang yang sedang melanjutkan studi ke Australia, serta ada pula yang mengira aku ini seorang pendeta. Untuk yang terakhir ini, kalau kalian tak kuat menahan tawa, kalian tak sendirian!
Lalu apa profesiku sebenarnya?
Sejak kira-kira 14 tahun silam, aku berprofesi sebagai web developer dan melalui bidang ini pula istri dan anak-anakku kunafkahi. Kecintaanku pada bidang pekerjaan ini sama imbangannya dengan kecintaanku pada dunia blogging; dua hal yang memang sengaja kupisahkan yang satu untuk urusan dapur mengepul dan yang satunya lagi untuk urusan pemenuhan kebutuhan yang sifatnya rekreasional.
Eh, tapi kenapa aku tiba-tiba ngomongin profesi? Tak lain karena aku baru saja merilis situs web personalku yang bukan blog di http://www.dv.id.au. Kalau dihitung-hitung sejak awal, ini adalah situs web personalku (bukan blog) yang ketiga yang pernah kurilis sejak 12 April 1998 silam!
Awal pemikiran perlunya untuk merilis ulang web personal tersebut muncul akhir tahun silam. Ketika itu aku berpikir ingin mencari satu pekerjaan baru yang lebih menarik baik dari sisi penghasilan maupun tantangannya daripada yang sekarang. Maka, setelah berunding dengan istri dan beberapa kawan dekat, aku memutuskan untuk meluangkan waktu menggarap situs web personal tersebut karena dengan adanya web personal itu, para rekruiter akan lebih memiliki alternatif penilaian terhadapku ketimbang hanya membaca curicullum vitaeku saja.

Kesulitan terbesar dari pembuatan situs web itu sendiri ada pada bagaimana aku harus membuat sebuah situs web yang cukup “Wow” meski konten yang kutampilkan tak banyak bahkan boleh dibilang sangat terbatas. Keterbatasanku ini beralasan karena aku terikat kontrak dengan beberapa pihak sehingga aku tak bisa menampilkan hasil karyaku di sana; sesuatu yang biasa dijadikan andalan untuk ditampilkan oleh rekan-rekan seprofesiku di situs web mereka.
Hampir dua bulan bergelut dengan ide dan implementasi, akhirnya hari minggu, 17 Februari 2013 kemarin situs web itu kurilis. Sesuatu yang sebenarnya agak sedikit terlambat. Kenapa? Dua hari sebelumnya, Jumat 15 Februari 2013, aku mendapat tawaran pekerjaan baru yang aku idam-idamkan dan aku menerimanya. Secara ‘tujuan’, situs web ini barangkali sudah kehilangan fungsinya karena aku telah mendapatkan pekerjaan baru tersebut, tapi belajar dari apa yang dulu dikatakan Pontius Pilatus di hadapan Yesus bahwa “Apa yang kutulis tetap tertulis” demikian juga denganku, apa yang telah kukerjakan tetap kupublikasikan!
Selamat menikmati!
Tinggalkan Balasan