Anak Tuhan kok mbajak software?

6 Jun 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini, 6 Juni 2017

Markus 12:13 – 17
Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.

Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?”

Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!”

Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.”

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

Renungan

Jawaban Yesus amat taktis terhadap para Farisi dan pendukung Herodes yang datang untuk mencobaiNya.

Ia tak mengatakan bahwa seorang yang turut pada Allah adalah orang yang tak perlu membayar pajak.

Bagaimana dengan kita?

Suatu waktu aku pernah ditunjuk sebagai ‘petinggi’ di sebuah persekutuan doa sekitar lima belas tahun silam. Saat rapat, kami memutuskan untuk menggunakan sebuah software pengatur slide lagu.

“Tinggal download, Don! Nanti malam kudownloadkan, beres!” ujar kawan sepelayananku.

“Bayar?” tanyaku.
“Bajak!” balasnya.

Aku diam. Sesaat kemudian aku bicara kepadanya bahwa ada ratusan jam yang digunakan oleh pengembang, ada ribuan atau mungkin ratusan ribu dollar sebagai modal yang dikeluarkan perusahaan software untuk menciptakannya lalu sekarang ia mau membajaknya begitu saja?

“Kita beli license-nya lah! Jangan ngebajak!” ujarku memberi solusi. “Ah, mereka udah kaya! Daripada untuk beli license mending duitnya disumbangin ke panti sosial, mereka lebih membutuhkan!”

“Ya udah kalau begitu mending nggak usah pake softwarenya tapi cari software lain yang gratisan. Anak Tuhan kok ngebajak?”

Jawabanku itu cukup membuatnya bungkam. Tapi aku tak menyesal berkata demikian karena kalau kita mengaku sebagai ‘Anak Tuhan’ atau ‘Hamba Tuhan’ atau apalah yang terafiliasi baik denganNya, kenapa kita masih tega membajak dengan alasan bahwa mereka, perusahaan software, itu sudah kaya?

Periksalah software bajakanmu. Amati logo pembuatnya dan bayangkan ada berapa ratus/ribu orang bekerja di sana, bayangkan juga anak-anak dan istri/suami mereka. Kalau kamu tak membayar, kamu sejatinya berhutang pada mereka…

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Tak “mbajak” tulisanmu ya Thuk.. sebagai orang yang bekerja di perusahaan pengembang software, rasane ki kepiye ngunu ketika aplikasi kita dijual seenaknya. Suwun

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.