Alumni De Britto harusnya mendukung capres yang mana?

16 Jan 2019 | Cetusan

Kemarin ada kawan alumni SMA Kolese De Britto menjual kaos yang isinya menyatakan dukungan terhadap salah satu capres. Lalu ada sedikit pergunjingan terkait boleh/tidaknya atau elok/tidaknya memasang nama ?De Britto? pada produk komersial dalam kaitannya dengan ajang Pilpres yang akan datang.

Diskusi lantas meluas pada bagaimana sebaiknya alumni De Britto bersikap?

Sebelum menyatakan sikap, haruslah kita pahami apa arti kata ?alumni?. Alumni menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Daring adalah ? orang-orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi.? Artinya, aku alumni De Britto karena pernah bersekolah di sana. Alumni adalah persona, bukan institusi. Sehingga ketika ditanya bagaimana alumni De Britto bersikap, ya mari kita kembalikan ke masing-masing alumni .

Seperti aku misalnya, mendukung Jokowi, ya bebas! Atau Mas Pius Lustrilanang (JB 87) mendukung Prabowo? Ya bebas juga! Kebebasan yang bertanggung jawab adalah ciri pendidikan De Britto yang kita banggakan dan ini bersumber pada hakikat ?kebebasan berkehendak? sebagai karunia Tuhan. Hal ini ditegaskan oleh Romo J. Oei Tik Djoen, S.J mantan rektor SMA Kolese De Britto Yogyakarta tahun 1976 dalam artikel? bertajuk ?Pendidikan Bebas? terkait model pendidikan SMA Kolese De Britto yang digugat sebagian masyarakat.

??berlandas pada pengakuan bahwa karunia manusia yang paling asasi dan luhur adalah kebebasannya yang harus diprioritaskan dalam proses pembentukan kepribadian.?

Yang menurutku tidak pada tempatnya adalah apabila paguyuban/organisasi alumni mendukung salah satu capres tanpa disepakati oleh seluruh anggotanya secara mufakat. Mufakat artinya seluruh anggota menyetujuinya, bukan sebagian besar.

Kenapa? Sebagai paguyuban, anggota dengan apapun pilhan politiknya haruslah terfasilitasi sebagai alumni tanpa memandang piliha politiknya! Bersyukur hingga tulisan ini kurawi dan publikasikan, Paguyuban Alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta masih bersikap netral.

De Britto
De Britto

Jadi, kembali ke persoalan di atas, bolehkah bikin kaos Alumni De Britto mendukung salah satu capres? Ya boleh saja karena kita ini alumni De Britto. 

Bolehkah kita menggunakan nama ?De Britto? di dalam produk komersial? Itu beda perkara! Pihak pemilik ?brand? lah yang harus memastikan sikapnya terhadap hal ini.

Kamu kok nggak jualan kaos gituan?

Enggak. Bahwa aku tak mau mengkaitkan ?De Britto? dengan capres pilihanku itu ada alasannya. Begini, secinta-cintanya aku dengan capres pilihan, aku tetap harus bersiap ketika ia terpilih jadi presiden dan kepemimpinannya mengecewakan. Sementara itu, selupa-lupaku pada De Britto, ia sudah menjadi entitas yang? memberikan kontribusi dan banyak cinta untuk membantu membentuk karakter dan hidupku hingga seperti sekarang ini. Aku tak mau mencampuradukkan keduanya dalam satu karya, dalam satu produk yang lantas kupublikasikan dan kukomersialkan.

Demikian?

DV ?96

Link artikel ?Pendidikan Bebas?

Sebarluaskan!

1 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.