?Aku telah melihat Tuhan!? Tak kau lihatkah Ia dalam hidupmu?

3 Apr 2018 | Cetusan, Kabar Baik

Dengan mantap membulat, di hadapan para murid, Maria Magdalena berkata, ?Aku telah melihat Tuhan!?

Cerita tentang Maria bertemu Yesus yang bangkit dari mati ini mencerahkan. Tak hanya tentang kebangkitanNya tapi juga tentang bagaimana mengaplikasikannya dalam hidup.

Seorang yang berdomisili di Jogja, baru-baru ini mengirim surel kepadaku. ?Mas DV, bagaimana untuk mengenali sebuah rencana hidup apakah hal itu sesuai dengan kita atau tidak??

Sedikit latar belakang tentangnya. Ia sedang mencari pekerjaan selepas kuliah. Orang tua menghendakinya untuk tetap tinggal di Jogja sedangkan ia tahu, banyak tawaran yang sesuai dengan disiplin ilmu yang digelutinya justru datang dari luar Jawa bahkan yang terjauh (tapi konon yang terbesar bayarannya) ada dari Papua.

Ia gamang. Di satu sisi, orang tua adalah segalanya tapi di sisi lain ilmu yang didapat dari kampus harus diamalkan.

Sebagai orang beriman, mengenali Tuhan dalam rencana-rencana hidup yang kita pertimbangkan adalah hal terpenting.

Ibarat cerita Maria Magdalena hari ini, Tuhan memanggil nama kita dalam rencana yang di dalamnya Ia berada, tapi kalau tak kita indahkan dan tanggapi, bukankah rencana tetap akan jadi rencana saja?

#1 Kenali Tuhan

Maria Magdalena tak kan mengenali suara Tuhan kalau ia tidak punya relasi yang dekat denganNya. Bisa jadi itu adalah suara orang lain, kan?

Tapi Maria mengenali itu adalah suara Yesus karena ia adalah muridNya. Untuk mengenali pribadi Tuhan, kitapun harus menjadi muridNya. Menghayati serta mengerti lalu menjalankan ajaran-ajaranNya adalah hal yang membuat kita sedikit demi sedikit mengerti tentangNya.

#2 Kenali rencanamu

Mengenali rencana secara mendalam adalah mutlak diperlukan. Mana mungkin kita memutuskan mengambil rencana kalau tak mengenalinya secara mendalam?

Berapa gaji yang ditawarkan, bagaimana seluk-beluk pekerjaan, tempat tinggal, sarana dan prasarana pendukung, kenyamanan, interaksi sosial serta bagaimana masa depan jika kamu memutuskan adalah hal-hal kecil yang patut dimengerti.

#3 Putuskan

Rencana telah kamu kenali, Tuhan juga sudah didekati. Saatnya memutuskan. Ketika dulu memutuskan pindah ke Sydney, aku memerlukan waktu sekitar enam bulan sebelum akhirnya membulatkan hati untuk memilih.

Memutuskan adalah menanggapi panggilan Tuhan!

Mungkin kita awalnya tak yakin itukah Ia, bagaimana kalau bukan?

Untuk itulah keputusan harus dikonfirmasi secara mantap. Perhatikan bagaimana Maria Magdalena bereaksi setelah Yesus memanggil namanya. Dengan mantap, iapun menjawab, ?Rabuni? yang berarti Guru. (Yohanes 20:16).

?Jadi??
Jangan ragu!?
Putuskan lalu jalani keputusan itu! Ketika orang tua bertanya kenapa kamu memutuskan pergi, jawablah bahwa kamu melihat Tuhan di sana. Kamu melihat hidup yang lebih baik di sana. Hidup ini milikNya yang diserahkan kepadamu! Manfaatkan sebaik-baiknya dan seluas-luasnya!?

Begitu jawabku kepada orang yang mengirim email itu tadi.

Sudahkah kamu menemukan Tuhan hari ini? Sudahkah kamu mendengar namamu dipanggilNya? Jangan-jangan kamu belum mengenali suaraNya atau jangan-jangan kamu terlalu asyik menutup telinga untukNya tapi membukanya lebar-lebar untuk hal-hal duniawi?

Sydney, 3 April 2018

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Terimakasih mas Donny. (Rushandono-JB 77)

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.