Akhirnya Keluar dari Perkumpulan…

Sehari setelah Ketua Presidium Perkumpulan Alumni Kolese De Britto dilantik pada 24 Oktober 2026, aku menyatakan diri keluar dari perkumpulan. Bukan karena siapa yang jadi ketua presidium karena siapapun itu, Alvon maupun Hengky, keduanya adalah kawan dekatku sejak dulu.

Jika kalian ingin tahu apa alasannya, berikut kutuliskan satu per satu.

Sesuatu yang tertunda

Keputusan keluar dari perkumpulan itu sejatinya lahir tahun 2019. Setelah menyelesaikan tugas jadi ketua pemilihan waktu itu, seusai curhat panjang lebar dengan Mas Tokjo (alm), aku mengambil keputusan. Tak elok untuk kuceritakan di sini dan biarlah rahasia ini hanya tersimpan antara aku dan Mas Tokjo. Suwargi langgeng, Mas!

Tapi tiga tahun kemudian, tahun 2022, di pemilihan berikutnya, namaku ramai dibicarakan karena dianggap tidak menyelesaikan kewajiban terkait program database. Aku kaget karena semua sudah kuselesaikan sejak 2019. Aku lantas menghubungi orang yang jadi pengurus waktu itu dan bertanya kenapa dia tidak melanjutkan proses instalasi. Ia hanya menjawab tidak sempat :)

Anehnya ketika kuminta dia untuk memberikan klarifikasi demi memperbaiki namaku, orang yang tadinya begitu kuhormati itu malah mangkir, menghindar kemudian memusuhiku. Peli sekali kan? Hahaha!

Di tahun yang sama, 2022, Alex jadi Ketua Presidium. Karena kenal sejak lama, aku lantas memintanya untuk memberikan kesempatan jadi Ketua Tim Digital dengan misi untuk menginstall aplikasi database. Permintaan diterima! Tahun 2025, aku menyerahterimakan aplikasi itu ke perkumpulan. Sekarang misi sudah selesai, saatnya meneruskan niatan tertunda tadi: keluar dari perkumpulan.

Tidak sejalan lagi dengan misi hidup

Untuk terus bergabung di perkumpulan, aku merasa hal itu tidak sejalan lagi dengan misi hidup.

Umurku sudah menjelang lima puluh tahun. Sebagaimana halnya dengan kalian, aku gak pernah tahu kapan kita akan mati. Tapi yang bisa kupastikan, aku ingin semakin hari semakin bisa menikmati hidup, bekerja seperlunya saja, melakukan hal-hal yang kusukai dan ini yang paling penting… menghabiskan waktu bersama keluarga selama-lamanya lama karena itulah janjiku kepada Tuhan dan Gereja!

Lagipula aku tinggal di Australia. Liburan ke Indonesia jarang. Terakhir ke sana akhir tahun 2024 dan sebelumnya lagi tahun 2018. Pun ketika pulang, aku menghabiskan waktu hanya bersama keluarga adik, dan para saudara. Kalaupun ketemu teman sesama alumni di sela-sela kesibukanku berlibur itu ya hanya dengan kawan-kawan alumni terdekat dan untuk bertemu mereka, aku merasa gak perlu jadi anggota perkumpulan hehehe…

Kuatkanlah Hubunganmu

Beberapa alumni tahu aku ini termasuk alumni yang gak suka menyanyikan Mars De Britto. Tahu kenapa?

Karena setiap sampai di bagian “Ayolah Putra SMA De Britto kuatkanlah hubunganmu, selalu tetap bersatu dengan semua kawanmu” perutku mulas sejadi-jadinya!

Aku merasa larik indah ciptakan Romo L. Moerabi SJ itu hanya jadi sebuah utopia, sebuah keniscayaan belaka!

Kaitannya dengan pengalaman berada di perkumpulan, yang terjadi justru pertikaian antar-kelompok yang tak perlu, akrobat-akrobat sosial politik yang tujuannya ya you know lah…. dan munculnya kaum-kaum alumni elitis bak cendawan di musim hujan yang kadang merasa jadi paling sok-debritto!

Berakhir sudah pengalaman panjang bergabung dengan perkumpulan sejak tahun 2001. Indah untuk dikenang tapi saatnya untuk ditinggalkan. 

Aku berterima kasih kepada semua pihak atas hadirnya pengalaman unik ini.

Aku ingat semua berawal dari keaktifanku bergabung di mIRC channel bersama para alumni. Kemudian karena kebaikan hati Valens Riyadi, aku diajak bergabung di Citraweb, kenal dengan para sesepuh alumni dan ikut berkontribusi di sana… meski jadi anak bawang :)

Pada 2015 diajak lagi oleh Valens dan alm. Gereh untuk membantu di tim pemilihan Ketua Presidium.

Tiga tahun berikutnya dipercaya alm. Mas Tony Prasetyantono (ketua presidium waktu itu) untuk membangun situs web perkumpulan dan mengembangkan sistem database.

Tahun 2019, setelah Mas Tony wafat, aku dipercaya alm. Mas Tokjo jadi ketua pemilihan.

Tahun 2022, dipercaya Alex jadi ketua Tim Digital.

Dan yang terakhir, 2026, oleh Alex, aku ditunjuk jadi ketua tim pemilihan lagi….

Saatnya aku jadi manuk lepas bebas sekaligus membuktikan bahwa untuk terus berhubungan dengan sesama alumni itu gak berarti kita harus ikut terdaftar sebagai anggota perkumpulan! Kalau soal persatuan, ya gak usah dipaksakan lah…

Maju terus SMA Kolese De Britto Yogyakarta! 
Bagi Tuhan dan bangsaku!

Sydney, 25 Oktober 2026

DV – JB 1996

Sebarluaskan!

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses