Akhirnya aku berhenti ngeblog!

1 Apr 2017 | Cetusan

Tak ada awalan yang tak memiliki akhir! Setelah lima belas tahun ngeblog akhirnya hari ini aku resmi mundur dari jabatan ‘Superblogger Indonesia!’

Aku mundur bukan karena perutku mules melihat Denny Siregar, blogger baru yang meroket bak kopi di cangkirnya, atau karena seword yang tulisannya mungkin bikin sewot pendukung sebelah (?), tak jua karena sebagai bentuk perasaan sepenanggungan dengan MojokCo yang tutup 28 Maret 2017 lalu dan kalau kata almarhum Michael Jackson, “Like a comet. Blazing ‘cross the evening sky. Gone too soon!”

Aku mundur karena ingin mengunyah tinjaku sendiri! Aku mengingkari omonganku!

Maksudnya?
Begini! Enam tahun lalu aku pernah begitu benci pada buzzer karena menurutku mereka benar-benar mengotori linimasa dengan promo-promo berbayar mereka dan aku berjanji tak kan mau dan tak sudi untuk jadi satu dari mereka.

Banyak tawaran yang menghampiri tak kuindahkan, “Aku blogger, bukan buzzer!” tukasku.

Tapi setelah kusadari… aku naif juga! Ngeblog cuma berimbas pujian dan celaan tapi nge-buzz berimbas gelimangan harta, piknik ke sana-kemari, makan dan nginep di hotel gratis! Kurang menyenangkan apa coba?

Jangan takut! Aku tak takut dibilang munafik kok! Bagiku pendapat orang itu punya dua takdir, ia bisa jadi sebungkus coklat silferkwin yang manis, bisa juga jadi tahi kucing atau tembelek lencung yang meski tampak manis tapi yurkkkk! Dan sayangnya, takdir pendapat orang itu bukan milik mereka yang melontarkannya tapi yang mendengarkannya. So? Cuekin saja!

Terima kasih atas kesetiaan kalian selama ini di sini!

Don, apa yang akan kamu lakukan kok sampai menutup blog ini? Kamu nge-buzz dimana dan untuk siapa?

Hmmm, kamu kok kepo tho? Mau tau banget apa tau aja?… Tapi baiklah sedikit kuungkap di sini. Aku sedang terlibat dalam tim pembuatan aplikasi berbasis handphone CDMA dan yang bisa di-hybrid dengan radio transistor SW2. Konon hasil aplikasi ini bisa menentukan dan membuktikan bahwa bumi itu datar! Mereka butuh buzzer dan aku menyediakan diri.

Jangan ditanya berapa upahku, pokoknya kalau kata Paman Tyo dulu, duitnya rol-rolan… meteran!

Selamat Satu April, Kawan-kawan! Hahahahahaha!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.