Air laut siapa yang ngasinin?

4 Jun 2018 | Kabar Baik

Perumpamaan tentang pekerja kebun anggur yang membunuh anak pemilik kebun seperti ditulis Markus dalam Markus 12:1-12 adalah gambaran kepongahan manusia yang karena ketamakan lantas tak ragu untuk menolak kehadiranNya dan menganggap Ia tak layak untuk mendapatkan hasil yang kita kerjakan.

Untuk merenungi Kabar Baik hari ini, mari kita mulai dengan bertanya pada diri sendiri, menurut kalian, kesuksesan yang kita raih itu karena apa dan siapa? Misalnya, karir dalam pekerjaanmu luar biasa mengesankan. Kamu mendapatkan itu bukan dengan cara curang karena kamu memang pintar dan tekun serta hemat. Darimanakah semua itu kamu dapatkan?

Suatu waktu aku pernah bertanya pada seorang kawan tentang hal tersebut dan ia menjawab, ?Dari jerih payahku lah!?

Tak salah!
Logikanya, kalau ia tak bekerja hingga kepayahan, hasilnya tentu tak seperti itu. ?Kecuali gue koruptor mungkin gue nggak perlu banting tulang, Bro! Tapi gue berangkat pagi pulang malam, bekerja jujur?? imbuhnya.

?Bukan dari Tuhan?? tanyaku. Ia terdiam.

Aku tak tertarik untuk memperpanjang diskusi tapi sepulang dari pertemuan itu, aku tak bisa berhenti berpikir, andai aku ada di posisinya, adakah aku bisa mengenali bahwa semua yang kudapat ini dari Tuhan, atau dari ?jerih payahku? saja?

Kita hidup dibekali talenta. Talenta adalah bakat, kemampuan. Talenta dikelola untuk menghasilkan menggunakan akal serta budi.

Akal memaksimalkan cara penggunaan talenta dan budi untuk menyadari bahwa penggunaan talenta itu adalah untuk hal yang baik dan benar saja, bukan untuk hal yang diluar dari apa yang sudah digariskanNya.

Tapi sebenarnya tak hanya itu, budi juga dipakai untuk menyadarkan bahwa sebesar apapun hasil yang kita dapat, hal itu tak kan pernah lepas dari Tuhan.

Hal inilah yang tak dimiliki para pekerja kebun anggur dalam Kabar Baik hari ini. Mereka pongah. Mereka merasa bahwa hasil kerja kerasnya lah yang membuat hasil panenan baik. Padahal mau sekeras apapun usahanya, mau sedahsyat apapun caranya bercocok tanam jika tak dipinjami lahan, semua itu tak akan ada gunanya!

Dari sinilah maka di atas kutulis bahwa ketika seseorang menganggap keberhasilannya adalah hasil jerih payahnya, hal itu tak bisa dipersalahkan tapi juga tak bisa dibenarkan!

Kita bisa sukses, kita boleh berjerih payah karena kita diberi lahan olehNya! Lahan itu adalah talenta, kesempatan hidup serta cinta yang hadir dari lingkungan kita.

Aku ingin menutup renungan ini dengan sebuah pepatah singkat, lawas tapi mengena kali ini. Pernah dengar ada orang bilang, ?Air laut siapa yang ngasinin??

Pepatah itu biasanya digunakan untuk ?menonjok? orang yang sombong karena keberhasilan yang diperoleh seolah datang dari kerja kerasnya saja .

Air laut diasinkan oleh Tuhan bukan keringat ikan yang capek berenang. Keberhasilanmu bukan karena jerih payahmu tapi karena Tuhan menyediakan lahan. Dialah yang paling berhak mendapatkan segala hormat dan puja-puji atas semua itu.

Mari mengembalikan atau setidaknya membuka diri untuk membagi hasil denganNya melalui karya nyata bagi sesama.

Sydney, 4 Juni 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.