Adakah semua agama itu sama?

19 Okt 2019 | Kabar Baik

Pernahkah kalian mendengar pernyataan seperti ini, ?Semua agama intinya sama saja?? ? Aku sering. Pernyataan itu biasanya dipakai untuk menyampaikan hal-hal yang niatnya baik. Misalnya, menyikapi perbedaan antar pemeluk agama yang akhir-akhir ini terkadang tampak begitu runcing dan berpotensi memicu konflik, seseorang lantas berkata, ?Tak perlu saling serang dan tak perlu saling benci, semua agama intinya sama saja.?

Semua agama sama?

Persoalannya sekarang, meski maksudnya baik, tapi adakah esensi dari pernyataan itu benar-benar sudah benar?

Aku tak berhak untuk menyatakan benar atau salah. Tapi aku tertarik untuk mendalami bahwa sejatinya orang yang berani bilang bahwa semua agama intinya sama saja itu adalah orang yang sangat pandai dan punya keluangan waktu yang sangat banyak.

Kok bisa?
Karena orang itu berarti sudah tahu jumlah seluruh agama di dunia dan punya waktu untuk mempelajari semua sampai ke detil dari A sampai Z demi untuk mendapatkan inti ajarannya. Lalu dari situ, si orang itu bisa membandingkan inti ajaran agama-agama tersebut lalu menyimpulkan bahwa semuanya sama saja.

Aku sendiri jauh dari bayangan itu. Aku tak sepintar itu. Jangankan mempelajari agama lain, menyelami agamaku sendiri saja rasa-rasanya sampai habis umurku juga tidak akan bisa kumengerti seluruhnya hingga utuh!

Menciptakan kedamaian

Sebagai umat Tuhan, aku seperti halnya kalian memang diajak untuk menciptakan kedamaian. Tapi bagiku semua harus dilakukan dalam langkah-langkah yang benar nan seksama!

Daripada mengatakan bahwa semua agama itu intinya sama saja lebih baik bagiku untuk menjadi saksi Kristus karena kutahu Tuhanku itu adalah raja damai.

Hal ini dikuatkan dengan apa yang dilukis Lukas dalam Kabar Baik hari ini, ?Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.? (lih. Lukas 12:8)

Mengakui Yesus

Mengakui Yesus Kristus di depan manusia adalah menempatkanNya dalam jatidiriNya yang adalah Tuhan dan yang adalah manusia di dalam hidup sehari-hari.

Kita mulai dari yang paling sederhana, ketika kamu ditanya, ?Agamamu apa?? beranikah kamu menjawab bahwa kamu adalah seorang Katolik?

?Ah itu sih gampang! Kenapa tidak???
Eits, tunggu dulu karena tak semuanya seberani kamu! Ada yang takut-takut menyatakan atau setidaknya ketika berani bilang bahwa dirinya seorang katolik tapi cepat-cepat diembel-embeli pernyataan di atas, ?? tapi semua agama intinya sama saja kok!?

Memang!
Memang mengakuiNya dalam hidup tak bisa berhenti dalam kata-kata. Tapi setidaknya itu adalah permulaan yang perlu! Selanjutnya kita diajak untuk bersaksi dalam hidup tentang namaNya yang menyelamatkan kita dan menawarkan kasih kepada kita dan kita bagikan kepada sesama.

Lalu apa hubungannya Kabar Baik hari ini dengan pernyataan yang kunyatakan di atas ?Semua agama intinya sama saja??

Sederhananya begini.
Karena tak semua agama mengakui Yesus dalam identitas diriNya yang adalah Tuhan dan yang adalah manusia lantas kenapa kita tak berani bilang bahwa semua agama belum tentu sama? Karena inti kita mungkin berbeda dengan inti yang lain meski hal itu tetap tak menghalangi kita untuk tetap bisa saling menghormati di dalam perbedaan yang tak harus disama-samakan.

Sydney, 19 Oktober 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.