Adakah orang beriman nan pemalas?

24 Sep 2018 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini tentang bagaimana Yesus meminta Simon Petrus yang waktu itu belum jadi muridNya untuk kembali melaut setelah semalam-malaman mencoba menjaring tapi tak kunjung mendapat ikan sebanyak yang diharapkan. ?Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.? (lih Lukas 5:4)

Hal yang kadang lupa kita perhatikan dari kisah ini adalah kenyataan bahwa pada saat Yesus meminta Simon, hal itu terjadi di pagi hari. Nelayan seperti Simon selalu berlayar sejak sore hari, menjaring semalam-malaman di tengah laut lalu pulang ketika fajar menyingsing.

Jadi bayangkan betapa sudah capeknya keadaan tubuh Simon. Tapi di sinilah kuasa Tuhan tampak bekerja secara luar biasa dalam dirinya. Simon mengesampingkan keletihannya, keputuasaannya karena tak mendapat ikan sekaligus rasa kurang percayanya terhadap Yesus yang baru saja ia kenal. Kapal diarahkan kembali ke laut dan ia pun berlayar menebar jala ke tempat yang lebih dalam.

Hasilnya? Luar biasa! Saking banyaknya ikan yang didapat, perahu yang ditumpanginya hampir saja tenggelam karena beban.(lih. Lukas 5:7)

Kawans, jika Tuhan memberi kekuatan pada Simon, Ia juga memberikan hal yang sama kepada kita, umatNya yang percaya.

Selain itu, Simon adalah juga pribadi yang gigih dan giat maka begitu juga kita seharusnya! Bayangkan jika Simon waktu itu malas-malasan dan mengabaikan apa yang diperintahkan Yesus untuk kembali berlayar, ia tentu tak kembali melaut dan alhasil hari itu ia benar-benar tidak mendapatkan ikan sama sekali!

Gigih dan giat bagiku adalah penanda apakah seorang itu benar-benar beriman dan percaya atau tidak!

Orang yang malas-malasan tapi ngakunya beriman adalah orang yang terlalu banyak mengkhayal karena hal itu amat tidak mungkin!

Aku pernah menemui sosok yang seperti ini.?

Ia seorang pegawai perusahaan dan hampir di setiap acara persekutuan baik pagi, siang, sore maupun malam, selalu menyempatkan untuk hadir.

Orang-orang awalnya begitu suka kepadanya dengan komitmennya tersebut. Tapi lama-lama orang mulai bertanya, dengan sebegitu aktifnya ia, adakah pekerjaannya tak terganggu sama sekali?

?Ah, nggak keganggu kok! Aku selalu bilang pada bosku bahwa aku juga perlu berdoa dan tak bekerja terus-menerus?? demikian kilahnya ketika ditanya kawan-kawan.

Tapi tak lama kemudian, berita kurang baik kami terima tentangnya. Ia diberhentikan oleh bos-nya dengan alasan terlalu sering membolos dan menghilang di saat jam kerja!

Kamipun menelusuri kebenaran berita tersebut dan ternyata memang demikianlah adanya. Ia ternyata orang yang begitu pemalas dalam bekerja. Sangat banyak pekerjaan tak terselesaikan dan konyolnya, ia menggunakan alasan-alasan yang terkesan religi untuk menutupi kemalasannya itu.

Tulisan ini sengaja kuterbitkan pada Senin pagi. Hari yang biasanya amat tidak dinantikan karena harus kembali bekerja setelah akhir pekan.

Tapi ayolah, jangan malas! Kita kan beriman, kita diutus untuk bekerja menjaring ?ikan? di tempat-tempat yang lebih dalam. Tuhan beserta kita bahkan jika kita mau merendahkan diri di hadapanNya, Ia yang akan ambil kemudi hidup dan kita tinggal bekerja sekeras dan sekuat mungkin!

Singsingkan lengan dan semangatlah dalam bekerja! Sementara biarkan aku untuk sementara waktu ongkang-ongkang kaki dulu di utara Jakarta yang panas dan lembab ini! Bukan karena malas tapi memang kebetulan aku sedang mengambil jatah cuti bekerja dan berlibur ke Tanah Air hahaha!

Jakarta, 24 September 2018

Jangan lupa isi?Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan.?Klik di sini?untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.