Adakah agama itu menyelamatkan?

26 Sep 2017 | Kabar Baik

“Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”
(Lukas 8:21)

Bagi Yesus, Ibu dan saudara-saudaraNya adalah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya. Pada akhirnya Yesus, saat digantung di kayu salib, Ia memanggil Maria sebagai Ibu tak hanya karena Maria melahirkan Yesus ke dunia tapi juga karena Maria telah mendengarkan firman Allah dan melakukannya.

Kabar Baik hari ini membawaku ke dalam permenungan yang mendalam tentang, adakah agama itu menyelamatkan sama halnya adakah predikat ibu dan saudara-saudaraNya itu menyelamatkan kalau yang dianggap demikian ternyata adalah yang mendengarkan dan melakukan firman Allah?

Hingga kini Gereja Katolik tidak pernah mencabut dogma yang mengatakan bahwa di luar Gereja Katolik tidak ada keselamatan atau yang dalam bahasa Latin disebut sebagai Extra Eccesiam nulla salus atau EENS. Banyak yang menentang hal tersebut tapi banyak pula yang terus mendukung adanya prinsip itu.

Bagiku, pertentangan itu tak lagi penting karena yang lebih penting muncul ketika ada pertanyaan yang selalu mengular di kepala, ?Kalau di luar Gereja Katolik tidak ada keselamatan, adakah berarti semua orang Katolik itu pasti selamat??

Mana yang menyelamatkan, identitas kekristenan atau ketaatan kita dalam mengenal serta melakukan firman Allah?

Renungan singkat ini kututup dengan apa yang pernah dikatakan Bapa Suci Paus Fransiskus dalam homili/kotbahnya di Gereja St Marta, 10 September 2015.

Dengan tegas, Bapa Suci berkata, ?Jika kamu tak bisa memaafkan (sesamamu –red), kamu bukan seorang kristen! Kamu mungkin adalah orang baik tapi (jika tidak memaafkan –red) kamu tidak melakukan apa yang Tuhan pernah lakukan. Bahkan lebih dari itu, jika kamu tak memaafkan, kamu tak bisa menerima damai Tuhan!?

Kita mengucapkan doa Bapa Kami hampir setiap hari dan paham penggalan ini, ?Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.? Tapi, sudahkah kita benar-benar memaafkan ketika kita merengek pada Tuhan minta diampuni?

Tiba-tiba aku merasa amat tak layak untuk disebut sebagai anak Tuhan karena untuk dianggap sebagai orang Kristen pun aku menyangsikan diriku sendiri semata karena aku belum bisa sepenuhnya mengampuni yang bersalah kepadaku?

Bagaimana dengan kalian? Kalian kristen? Sudah sekristen apa?

Sydney, 26 September 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.