Sydney. Suatu malam, tak lama sebelum sekarang, pukul satu malam. Aku masih terjaga menyelesaikan sebuah tulisan ketika tiba-tiba kudengar dehem yang dari nada dan tarikan nafas sesudahnya begitu familiar. Inginku mengingat dan mengenalinya, tapi sayang? syaraf takutku lebih dahulu bereaksi. Tapi ketika bersiap untuk berlari naik tangga dan menyusul tidur anak dan istriku, tiba-tiba sosok ber-dehem itu muncul dan bersuara “Halo, Bos… pripun kabare!”
Aku terkesiap! Tiada angin sementara hujan telah pula reda tapi tiba-tiba Tunggonono, makhluk lawas yang dulu selalu menemaniku bercerita di blog ini muncul di depan mata! Ah, kalian yang baru kenal denganku dan blog ini pasti bertanya-tanya siapa itu Tunggonono? Nah, kalau ingin berkenalan dengannya, silakan klik di sini untuk menyimak arsip yang khusus bicara tentang/dengannya.
?Oalah… Munyuk edan! Kowe tho, Nggon!? sergahku segera duduk lagi di kursi yang tadi sudah hendak kutinggalkan.
?Hehehe.. njenengan niku… kaget apa takut?!? sapanya mengulurkan tangan. Kami pun berjabat erat layaknya sahabat yang tak bersua ribuan tahun lamanya.
“Apa kabar, Bos? Nggak pulang Jogja tho?” tanyanya dengan gaya dan lagak yang seperti dulu.
?Oh, enggak…… awalnya sih kurencanakan demikian tapi lalu kutunda jadi Juli tahun depan, Nggon!… Eh… Kamu… kamu ada soalan apa jhe kok tiba-tiba nongol kemari, Nggon?? tanyaku tergagap menebak-nebak maksud kedatangannya semendadak itu.
?Oh.. nggak ada apa-apa kok, Bos.. Kangen aja kan udah lama nggak ngobrol sama si Bos!? tukasnya renyah tersenyum.
?Ah… yang bener?? tanyaku menelisik.. Aku paham betul gelagatnya.
?Ya, selain itu aku juga pengen tanya-tanya sesuatu, Bos…?
?Hmmmm, ya??
?Soal blog, Bos!? cetusnya lagi.
?Oh, kenapa? Kamu protes karena tak pernah kupakai untuk bahan cerita lagi di blogku?? tanyaku.
?Hahaha, enggak! Bukan itu! Nganu….aku pengen tanya soal acara-acara blog itu lho, Bos!?
?Acara? Acara apa? Yang mana??
?Ya yang banyak itu.. kan kemarin ada di beberapa tempat tho? Itu gimana menurut sampeyan?? tanya Tunggono.
?Wah… itu tho? Ya.. ba.. baik lah..Bagus!? kubetulkan letak kacamataku.
?Ah, masa cuma begitu tho komentarmu??
“…tempe itu kan sama-sama kedelai jamuran dan busuk tho? Tapi kamu pasti milih satu tempe dari yang lain padahal semuanya sama-sama busuk tho?”
?Hehehehe.. kamu masih hobi ?mancing? rupanya? Ya komentar singkatku selama semuanya baik-baik saja dan berorientasi pada kelanggengan semangat untuk ngeblog ya kudukung, Nggon!?
?Hmmm… tapi apa masih aktual tho ngeblog itu, Bos??
?Hehehe…aktual atau tak aktual itu urusan mereka, Nggon sementara tugasku membuktikan bahwa aku adalah contoh bahwa konsep ngeblog itu selalu aktual.?
?Maksudnya??
?Ya, selama kamu buka donnyverdian.net dan masih ada tulisan-tulisan terbaruku di sana, berarti blogger masih ada dan blog masih hidup serta konsisten. Akulah bukti ke-aktual-an ngeblog itu!? sergahku.
?Hehehe… sombong tenan sampeyan, Bos!? ujarnya.
?Aku harus sombong, Nggon! Cara ini yang kutempuh untuk membakar semangat mereka yang telah layu untuk ngeblog dan tetap menjaga mereka yang sekarang masih ?terjaga? untuk ngeblog supaya terus nulis dan ngeblog!?
?Edan! Semangat sampeyan itu luar biasa untuk ngeblog ya!?
?Orang kan dilihat dari konsistensinya tho? Aku nyoba untuk itu aja kok.?
?Hehehe ya, wes… balik ke soal acara blog tadi, Bos.. Kalau disuruh milih, dari acara-acara itu kamu milih yang mana??
?Kan aku udah pernah bilang di salah satu tulisanku bahwa kalau diberi kesempatan pulang waktu kemarin itu aku jelas akan datang ke seluruh acara, Nggon!?
?Halah…. tapi itu kan tulisanmu, Bos…. Itu basa-basi tho??
?Husshhh! Basa-basi gimana??
?Nyaaakk!! Gayamu, Bos.. kayak nggak tahu aja caramu basa-basi aja… Serius dikit lah… Atau hmmm… menurutmu memang jelek acara-acara itu??
?Hehehehe.. aku nggak mau njawab ah tapi ilustrasinya begini. Kalau kamu harus ke pasar buat beli tempe… tempe itu kan sama-sama kedelai jamuran dan busuk tho? Tapi kamu pasti milih satu tempe dari yang lain padahal semuanya sama-sama busuk tho??
?He-eh…. eh.. iya ya hehehehe!?
“Hloh.. ya dana ? duit? Itu sponsor bisa besar-besar gitu apa kamu pikir ya cuma pasang logo tanpa ngasih duit tho, Nggon!”
?Nah! Itu dia, Nggon! Lagipula sebenarnya tak penting aku milih acara yang mana… Pokoknya selama acara itu berpengaruh positif untuk kelangsungan orang ngeblog ya bagus… Tapi sebaliknya, kalau acara itu hanya menjual label ?blog? untuk menyenangkan sponsor, panitia dan peserta… ya acara itu bakalan jadi yang terbusuk dari yang busuk lainnya, Nggon!?
?Oooo.. gitu tho… jadi tetap ya kalau sampeyan diundang ke acara-acara itu sampeyan akan datang semuanya?
?Hehehehe… tergantung… aku akan datang ke acara yang paling besar membayarku, Nggon!?
?Heleh… kok gitu? Kok matre? Katanya blogger idealis!?
?Lho… ini lepas dari soal idealis… Aku realistis kok. Lagipula konon kabarnya, dana mereka untuk penyelenggaraan acara itu besar-besar lho!?
?Dana?! Dana apa Bos?? tanya Tunggonono.
?Hloh.. ya dana ? duit… Itu sponsor bisa besar-besar gitu apa kamu pikir ya cuma pasang logo tanpa ngasih duit tho, Nggon!?
?Oh, gitu tho!?
?Lha iya…. masa acara itu jalan tanpa duit? Ya ada duitnya!?
?Lah.. lalu kemana larinya duit-duit itu, Bos??
?Ah,sudahlah! Aku sudah hapal caramu mancing-mancing gini. Jangan banyak cingcong lagi deh hehehe! Kamu pulanglah! Lagipula aku sudah ngantuk dan besok harus kerja pagi, Nggon!? sergahku.
?Halah si Bos ini! Dikangenin kok malah ngusir lho! Hmmm.. ya wes! Aku mau pulang tapi syaratnya satu!?
?Nah, main syarat-syaratanmu itu kok ya belum ilang-ilang tho, Nggon?!?
?Hehehe.. ngapain harus dihilangin ini namanya bargaining position jhe…?
?Nyaaaaakk.. gayamu.. tau darimana istilah bargaining itu???? Sok kemajuan kowe ki! Yo wes… apa syaratmu??
?Nganu… si Bos kasih tau dong jumlah duit masing-masing acara itu berapa juta tho kok kayaknya besar gitu??
?Juta? Juta??
?Lhah! Terus??
?Hmmm… ya udah.. sini kubisikin jumlahnya ke kamu…!?
Sesaat setelah kubisikkan angka itu ke telinganya, paras Tunggonono langsung terkesiap kehilangan darah. Matanya melotot, bibir melongo dlongop dan jantungnya seperti berhenti berdetak untuk beberapa waktu lamanya.
?Hah?!!! Se…se… sebesar itu, Bos? Masa sih? Bu… bu… buat apa aja?? tanyanya seolah masih tak percaya.
?Hlohhh.. Ya buat acara tho ya! Panitia juga… barangkali.?
?Ealahhhh.. kok enak ya?! Kapan lagi tho acara begituan diadain? Saya mau daftar jadi panitianya, Bos.. biar kebagian juga!?
?Halah…. ngimpi kamu hahahaha! Ya udah.. kamu nunggu apa lagi? Pulang sana!? tukasku. Tunggonono pun undur diri meski wajahnya masih pucat dan bibirnya bergerak-gerak menghitung angka.. angka uang yang kubisikkan tadi. Tak lama kemudian sosok Tunggonono pun menipis lalu menghilang begitu saja.
Suasana kembali hening dan melanjutkan sunyi. Sesaat sebelum melanjutkan tulisan aku membayangkan wajah Tunggonono jadi ketua panitia acara abal-abal berlabel blog lalu berpidato berapi-api di depan peserta yang hadir,? lalu sehari berikutnya ia pun liburan ke Timbuktu sana… sekadar untuk memanjakan tubuh…
Spa!
Tinggalkan Balasan