Urusan prediksi-memprediksi itu bukan perkara keahlian seseorang dalam hal yang diprediksikan kok. Kalau memang harus demikian, tentu kalian ingat pada fenomena Paul si Gurita yang memprediksi hasil akhir pertandingan sepak bola padahal mana pernah Paul main sepakbola?
Jadi berikut ini adalah prediksiku terhadap apa yang akan terjadi dan menjadi trend dalam dunia social media Indonesia.
Buzz.. eh, maksudku Social Media Worker
…barangkali ini bisa jadi pilihan berkarir toh masih ?nyrempet-nyrempet? IT juga.
Social Media Worker akan jadi pilihan jenis pekerjaan alternatif di bidang IT selain programmer, system analyst dan hal-hal lain yang lebih mengarah ke hal teknis.
Ini memang subyektif, tapi kalau boleh aku nilai dari kacamata teknis, social media worker adalah jenis pekerjaan dengan beban pekerjaan yang relatif ringan tapi mendatangkan penghasilan yang tak kalah dibanding kedua yang kusebutkan barusan. Tak ada yang salah dengan adanya jenis pekerjaan baru ini. Jadi untuk kalian mahasiswa yang merasa tak nyaman dengan programming maupun networking, barangkali ini bisa jadi pilihan berkarir toh masih ‘nyrempet-nyrempet’ IT juga :)
Politik dan Perusahaan
Aku lebih mempedulikan bagaimana nantinya social media worker yang terlibat di dalamnya bisa menjaga jarak antara idealisme pribadi/komunitas dan tanggung jawab pekerjaan
Memanasnya suhu politik menjelang PEMILU 2014 mau tak mau ikut meningkatkan greget social media tanah air. Akan ada banyak orang-orang yang butuh mencitrakan diri ke publik untuk positioning dan boosting up atau istilahnya menaikkan harga tawar terhadap dirinya pada PEMILU mendatang. Akan ada yang banyak butuh ‘corong’ untuk menyuarakan opini dan kegiatan-kegiatan sosial-politiknya dan untuk itu banyak social media worker dibutuhkan untuk diberdayakan.
Burukkah? Tidak.
Haramkah? Tidak pula.. Atau setidaknya, tergantung dari sisi mana kamu memandangnya.
Aku lebih mempedulikan bagaimana nantinya social media worker yang terlibat di dalamnya bisa menjaga jarak antara idealisme pribadi/komunitas dan tanggung jawab pekerjaan yang dibebankan kepadanya atas segepok uang yang ia terima. Hal tersebut juga berlaku untuk kalangan perusahaan/instansi yang tak mau ketinggalan membutuhkan kawalan seorang social media worker untuk merepresentasi pesan ke social media.
Kemanusiaan? Close your app! Do action!
bagaimana mengubah ?penyampaian pesan? menjadi sesuatu yang lebih ?implementatif? daripada sekedar me-retweet atau posting panjang lebar
Salah satu sisi baik dari membiaknya Social Media tahun depan adalah semakin mudahnya mobilisasi massa untuk membantu setidaknya menyebarkan informasi atas kebutuhan sosial kemanusiaan. Tahun depan, seperti yang sudah-sudah, misalnya ketika ada bencana (semoga tak ada bencana tahun depan), dengan cepat dan sigap, informasi menyebar ke seluruh penjuru social media dan pesan pun tersampaikan.
Hanya saja yang menjadi titik berat bagiku adalah bagaimana mengubah ‘penyampaian pesan’ menjadi sesuatu yang lebih ‘implementatif’ daripada sekedar me-retweet atau posting panjang lebar. Diperlukan suatu mekanisme pengitegrasian antara sistem penyampaian informasi yang brilian nan sporadis khas social media dengan pihak yang langsung turun tangan di lapangan untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
Atau, kalau berinisiatif, ketimbang asyik retweet ataupun posting supaya kita tampak peduli, lebih baik matikan aplikasimu dan lakukan aksi.. Close your app and do action!
Blog? Hello.. It’s 2012!
Tahun 2012 adalah tahun yang sudah tak tepat lagi bicara tentang blog meski masih akan ada begitu banyak orang mengaku dirinya blogger :)
Barangkali oleh karena itu pula aku salut dengan orang yang punya ide membuat acara semacam pesta blogger karena dengan demikian acara itu akan selalu teraktualisasi dari tahun ke tahun. Ia tak kan pernah usang karena meski tak pernah ngeblog, sembarang orang toh boleh mendaulat dirinya sebagai blogger jadi mereka boleh dan akan selalu datang di acara-acara tersebut, kan?
Semacam memikirkan pesta musisi tapi yang datang pegawai-pegawai tuwir yang ketika ditanya, ?Loh, kamu musisi? Bukankah kamu pegawai kantor A?? dan mereka menjawab, ?Iya, tapi aku masih sering nyanyi-nyanyi di kamar mandi, jadi aku musisi!?
Ada orang bijak beberapa waktu silam berujar padaku bahwa akan ada gelombang yang membawa orang-orang balik ngeblog lagi akhir-akhir ini. Tapi sayangnya aku tak percaya…
Oleh karena itu, aku prediksikan tahun depan tetap akan ada pesta blogger dan tetap akan meriah . Yang menarik justru bungkus apalagi yang akan dipakai untuk mengemas acaranya nanti. Untuk itu maka ?board of advisors? perlu berpikir keras dan pinter-pinter memilih siapa yang pantas menjadi chairperson dan berikut Event Organizernya supaya ?enak? dan ?lancar? acaranya… :)))
Mengenai blog itu sendiri, maraknya kanal-kanal social media dengan membawa sistem ‘pesan pendek’ berbatas karakter (aku sering mengistilahkannya dengan ?boker kok sepotong-potong?) dalam menyuarakan pendapat akan semakin menyudutkan blog sebagai barang usang karena untuk menulis, bagi sebagian orang membutuhkan begitu banyak sumber daya.
Blog juga terbukti tidak mengakomodasi sistem sentralisasi padahal dalam hal sosialisasi, kita butuh saluran terpadu untuk menampakkan diri dan opini kita secara lebih mudah. Blog berdiri sendiri-sendiri, berbeda dengan keberadaan kita di Facebook ataupun Twitter atau social media lainnya yang terelasi satu sama lain.
Ada orang bijak beberapa waktu silam berujar padaku bahwa akan ada gelombang yang membawa orang-orang balik ngeblog lagi akhir-akhir ini. Tapi sayangnya aku tak percaya gelombang itu bisa tinggi dan konsisten seperti dulu. Itu hanya euforia dari beberapa acara berlabel ‘blogger’ yang baru-baru lalu diadakan, sebentar juga akan hilang dan senyaplah kembali blogosphere…
Kecuali, kalau memang akan ada banyak perusahaan yang menawarkan posting berbayar dengan harga yang tinggi atau…. kalau ada banyak perusahaan/organisasi/instansi yang menggelar kuis dan meminta pesertanya untuk menuliskan hal yang menjadi tuntutan lomba di blog personalnya.. itu lain perkara :)
Dengan demikian, apa yang dulu diungkapkan oleh si Ahli Telematika bahwa blog hanyalah trend sesaat itu memang akan semakin mendekati kebenaran yang utuh meski untuk membuatnya 100% utuh, ia tak boleh melupakanku. Ia harus berhadapan satu lawan satu denganku!
Bagiku, diluar perkara trend atau bukan, blog dan aku adalah satu!
Tinggalkan Balasan