2015

5 Jan 2015 | Cetusan

blog_2015

Sudah beberapa tahun belakangan ini, setiap menjelang akhir tahun aku selalu membeli selembar kaos/kemeja baru untuk kukenakan pada hari pertama kerja di tahun yang baru! Tak peduli mau semurah apapun, pokoknya beli!

Tujuannya mudah ditebak sebenarnya, sekadar memberikan tambahan semangat melalui imbuhan kata ?baru? selain tahun dan hari yaitu pakaian yang baru pula!

Demikian juga dengan blog ini!
Sudah dua tahun berturut-turut, setiap pergantian tahun aku selalu mengganti template dan kali ini, template yang kupilih adalah yang kalian lihat saat ini.

Kalau tahun lalu aku menggunakan Thesis Premium Framework kali ini aku mengenakan Genesis Premium Framework, saingan terdekat Thesis dalam kaitan premium framework mesin wordpress.

Ada beberapa yang mengeluh bahwa template tahun lalu lebih bagus dari tahun ini dan itu adalah hal wajar yang patut kusyukuri karena setidaknya ada yang memperhatikan blog ini.

Delapan, tigabelas

Tahun ini adalah tahun ke delapan blog ini berdiri dan mengemuka! Bertepatan pula dengan tahun ke-13 ku dalam ngeblog sejak menggunakan domain lama dulu, donnie.or.id.

Lalu, apa yang akan kuperbuat sepanjang tahun ini?

Dalam liburan kemarin, beberapa saat aku mendedikasikan waktuku untuk berpikir dalam-dalam tentang hal ini.

Melakukan perubahan termasuk dalam blog ini menurutku sangatlah penting untuk menunjukkan kenormalan hidup yaitu berdinamika.

Kuhitung-hitung sejak ?kawan-kawan baru? mengenal blog ini setelah ?kasus Multiply? 2011 silam, lambat tapi pasti, blog ini kurasakan kehilangan unsur personalnya.

Blog ini seolah menjadi milik publik, tempat mereka menantikan tulisan-tulisanku tentang hal-hal yang sedang hangat jadi topik pembicaraan. Sebaliknya, blog ini kian hari kian kekurangan tulisan yang mengacu ke personal pemiliknya, diriku sendiri.

Padahal, menurutku, justru hakikat blog adalah sesuatu yang mengacu pada personalitas pemiliknya.

Secara popularitas, pilihanku untuk menulis hal-hal yang hangat barangkali memang baik dalam artian kian banyak orang mengenal dan menyukai (sebagian kecil membenci) blog ini.

Blog kampung halaman bukan blog metropolitan

Tapi kemudian muncul pertanyaan, setelah popularitas lalu apa selanjutnya?

Di titik inilah aku kehilangan jawaban. Kalau mau mengikuti trend dan jadi bebek, aku bisa menjawab pertanyaanku sendiri itu dengan menggadaikan blog ini menjadi media pe-review produk, dapat duit.. nyaman!

Atau kalau mau lebih heboh lagi, bisa saja aku mencoba menulis buku lagi, apapun itu pokoknya bombastis syukur-syukur bisa nyeberang menjadi artis atau politikus apalah yang pokoknya terkenal dan syukur-syukur kaya!

Tapi kalian tahu aku bukan tipe orang seperti itu :)?Aku orang yang berprinsip dan tak mau kehilangan passion sederhanaku, menulis di blog! Maka, passion itulah yang lantas kupilih untuk kuperdalam di tahun yang baru ini!

Ibarat orang merantau, aku telah sekian lama menghadirkan dan memaksakan bentuk sebuah metropolitan ke dalam blog ini dan kini saatnya aku mencabut semua rangka-rangka baja yang kadang menyakitkan meski mentereng ini untuk kemudian menjadikan blogku sebagai tempat yang paling nyaman, seperti kita mengenal dalam terminologi kampung halaman!

Saatnya menjadikan blog ini sebagai kampung halaman dimana kita bisa bernostalgia melalui hal-hal kecil nan sederhana; cangkir kuno milik Ibu yang menyajikan teh ?ndeso? yang wanginya bukan sintesa.

Saatnya memperbanyak menulis menurut panggilan hati di tahun ini dan mengabaikan pertanyaan-pertanyaan retorik yang tak berguna seperti, ?Duh yang baca masih tetap bakalan banyak nggak ya?? atau ?Kira-kira seramai apa tanggapannya di social media nantinya??

Tagar-tagar

Secara teknis, ada beberapa tagar yang hendak kubangun dan kembangkan di blog ini tahun ini.

Dua tagar yang sudah ada yaitu Clurit dan 150 kata akan kuperbanyak tulisan-tulisannya. Clurit, sejauh ini hanya sempat tersentuh beberapa kali selebihnya kubiarkan kosong tanpa tulisan-tulisan terbaru, demikian juga dengan 150kata, meski sempat eksis dan lumayan berkibar, tapi akhir-akhir ini, tulisan bermodal maksimal 150kata sangat jarang kuterakan di sini.

Selain itu ada dua tagar baru yang hendak kubangun.?Pertama adalah Mencari Indonesia. Ide tagar ini tidak murni baru; mencari jejak-jejak keIndonesia-an di Australia. Ada banyak tulisan-tulisan lamaku yang bisa diberi tagar ini dan tahun ini akan lebih kugalakkan lagi!

Kedua adalah tagar Bunyi Yang Kudengar.
Mudah ditebak, tulisan-tulisan bertagar ini akan bercerita tentang musik yang kudengar sehari-hari. Akan ada beberapa lagu/album dari penyanyi maupun grup musik selain U2 yang akan kutulis di sini.

Tiga kali seminggu!

Sudah? itu saja?
Tidak! Ada lagi dan ini barangkali yang paling signifikan!

Seperti yang kalian tahu dalam seminggu aku meng-update tulisan pada tiap hari Senin dan Kamis! Nah, tahun 2015 ini aku memberanikan diri untuk menulis tiga kali dalam seminggu yaitu Senin, Kamis dan akhir pekan!

Wow? Ya, ini wow sekali mengingat tahun ini aku bakal sibuk dengan pekerjaan dan pelayanan di gereja, tapi justru ketika pekerjaan banyak menyita waktu, bukankah untuk menyeimbangkannya kita juga perlu memperbanyak hiburan dengan salah satunya menyalurkan hobi menulisku?

Tulisan akhir pekan akan kukhususkan pada tagar Risalah Akhir Pekan yang kurang lebih berisi rangkuman ataupun permenunganku selama seminggu. Edisi pertama Risalah Akhir Pekan sudah kutayangkan pada 3 Januari 2015 silam sebagai risalah minggu pertama di tahun ini.

Tunggonono pindah ke Australia.

Ada lagi?
Ada!
Whaatttt??!!??

Ya, tapi yang kali ini masih tahap menanti konfirmasi dari yang bersangkutan.

Yang bersangkutan?
Yup! Kalian ingat Tunggonono, kan? Eks anak buahku yang kuberi tugas khusus untuk menemaniku tidur di gedung kantorku di Jogja dulu? Akhir tahun lalu, secara mengejutkan ia memberi kabar bahwa ia akan pindah ke Sydney, Australia!

Ini kabar yang bukan main mengejutkan dan menyenangkannya! Memang aku sempat dengar selentingan Tunggonono menjalin hubungan dengan cewek bule yang kebetulan sedang studi di Jogja beberapa tahun silam tapi tak menyangka bahwa Tunggonono.. eh si Bule mau melanjutkan hubungannya seserius ini hingga ia mau memboyong Tunggonono ke Sydney!

Aku tak tahu kapan ia akan sampai ke sini dan aku tak tahu apakah kami tetap akan bisa berkomunikasi setelah enam tahun tapi yang pasti waktu kami tak kan bisa selonggar waktu kami di Jogja dulu saat kami sama-sama bujangan dan bisa ngobrol, bertukar pikiran dan akhirnya kutuliskan beberapa serpihannya di sini.

Nah! Nah! Nah!
Bagaimana pendapatmu tentang rencana-rencana tahun baruku dengan blog ini?
Menyenangkan, bukan?

Semoga blog ini benar-benar menjadi seolah blog kampung halaman. Akan ada banyak tulisan-tulisan ?bernada? baru yang semakin personal dan semoga semakin jauh dari hingar bingar pemberitaan yang laju dan pergantian topiknya kadang melebihi kecepatan lontaran air kencing pertama kita di pagi hari!

Selamat Tahun Baru!

Sebarluaskan!

8 Komentar

  1. horreee ceritain Tunggoo sama cewek bulenya ya :D

    Ah, aku sudah lama tidak mengharapkan ada yang baca blogku…. tapi ternyata justru banyak teman-teman sekolah lamaku membacanya. Ini jauh lebih membahagiakan daripada banyaknya komentar seorang newbie yang datang dengan : “dinantikan kunjungan ke web ane ya gan!” hahaha

    Kalau kamu menambah frekuensi tulisan, sepertinya aku yang akan berkurang frekuensinya. Tapi aku akan ikut motto mu menulis sesuai hati dengan kenangan-kenangan “ndeso” :)

    Happy New Year, Happy Blogging!

    Balas
    • Happy new year and happy blogging to my partner in blogging :)
      Ya, saatnya menepi dari tulisan ‘hingar-bingar’, Mel… kangen nulis sesuka hati seperti dulu :)

      Balas
  2. iya betul, tapi kalau mau nulis tentang awake dewe, kok kesannya narsis yo mas?:D

    Balas
    • Aku narsis maka aku ngeblog! :)))

      Balas
  3. Met tahun baru 2015 :) …. Salam kenal buat Tunggonono yaa ^_^

    Balas
    • Sip, nanti kukenalin. Kalau mau tau tentang Tunggonono ke sini dulu: donnyverdian.net/tag/tunggonono :)

      Balas
  4. Theme baru ne apik! dan lebih apik lagi penempatan foto sing dilingkari. Tempat dan warna topi nyeret mata nglirik ke situ.

    Balas
    • Makasih, Mas’e :)

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.