14tahun ngeblog – Ditinggalkan pembaca

17 Feb 2016 | Digital

Tak sekali aku ditinggalkan pembaca.
Pernah dulu, sekitar tahun 2005, aku tak hanya ditinggalkan pembaca.?Bahkan?situsku diserang, database diobrak-abrik dan tampilan dijadikan ambyar. Semua hanya karena satu hal, aku berubah.

Aku yang semula dianggap penurut dalam sebuah?komunitas blog lalu memutuskan untuk meninggalkan komunitas seraya menanggalkan pertanyaan retorik, ?Apa pentingnya berkomunitas kalau hanya perlu ngeblog??

Saat ini, akupun sedang ditinggalkan para pembaca lama dengan alasan yang sama; aku berubah!

Sejak aku menyerukan perubahan per 20 Desember 2015 silam, para pembaca yang semula menyediakan diri untuk subscribe, satu per satu melepaskan diri alias meng-unsubscribe.

Penyebabnya? Kutengarai karena aku benar-benar mengubah blogku. Semula di DonnyVerdian.Net aku menulis hanya tiga kali seminggu sementara sekarang aku menulis setidaknya sehari satu.

Mereka menganggap blogku jadi terlalu bising. Mereka kehilangan ritme yang semula sudah nyaman membaca tulisanku tiap senin, kamis dan minggu, kini dari senin sampai senin lagi, tiada henti.

Kalau aku blogger anyaran, tentu hal ini akan kusayangkan dan membuatku gusar.
Tapi empat belas tahun ngeblog, membuatku berpikir pembaca yang datang dan pergi itu layaknya daun yang menguning lalu jatuh digantikan daun yang lainnya. Selayaknya juga para blogger yang kadang datang dengan semangat yang sok yakin akan mampu bertahan, tapi baru beberapa putaran bulan sudah menghilang dengan berbagai macam alasan :)

Perginya para pembaca dan hadirnya pembaca-pembaca baru justru membuatku bahagia karena itu pertanda perubahan yang kucetuskan sejak 20 Desember silam benar-benar terjadi.

Oh ya, berikut kutampilkan salah satu email yang kudapat dari seorang pembaca lama yang menyampaikan keluh kesahnya terkait perubahan yang terjadi di blog ini.

Email ini sudah saya modifikasi sedemikian rupa sehingga yang mengirimkan jadi samar tanpa bermaksud mengubah inti pesan.

Selamat menikmati!

Hi Mas DV,
aku follower blogmu sudah sejak lama dan selama ini aku enjoy banget membaca tulisan-tulisanmu. Selalu bernyawa, lugas, konsisten, personal dan keren!

Dengan postingan yang terbit tidak terlalu rapat dan diakhiri dengan risalah tiap akhir pekan, membuat blogmu jadi salah satu blog yang layak simak dan baca.
Nah, dengan konsep yang sekarang, dimana tulisan diterbitkan setiap hari, kok kesannya jadi terlalu rapat dan nggak se-enjoy dulu lagi ya?

Jadi seperti koran online ya?
Aku bahkan belum sempat membaca tulisan-tulisanmu yang sebelumnya, eh sudah terbit tulisan baru lainnya.
Semoga sih aku saja yang merasakan seperti ini karena toh kamu pasti punya pertimbangan dan konsep sendiri atas terjadinya hal ini.

Jadi semua kupulangkan ke dirimu sebagai pemilik dan pengelola blog, Mas. Sesempatnya dan sebisanya pasti akan tetap kubaca, tapi kalau sudah nggak sempat sama sekali paling aku mau skip sementara.

Keep on writing good things, GBU!

Dan berikut adalah jawabanku yang kukirim tepat setelah ia unsubscribe dari list pelangganku.

Halo Mbak,
maaf baru bisa balas sekarang…

Nggak papa, Mbak. Saya malah terhormat dengan pesan Mbak. Itu artinya saya diperhatikan dan itu tak ada yang lebih menyenangkan, bukan?

Benar. Aku memang mengubah konsep di DV.FYI jika dibandingkan dengan blog yang dahulu. Empat belas tahun aku ngeblog dengan ‘biasa’ dan kini saatnya mengubah ke sesuatu yang berbeda.

Semoga nanti di masa depan Mbak bisa bertemu kecocokan lagi untuk membaca blog saya ketika saya menemukan konsep yang mungkin berbeda lagi dibandingkan yang sekarang.

Salam sejahtera untuk keluargamu. Tuhan berkati!

Jadi?
Terimakasih dan selamat jalan untuk teman-teman pembaca yang memutuskan untuk tak berlangganan lagi. Suatu waktu nanti, kalau takdir mempertemukan kita akan kembali bersua dalam konteks pembicaraan dan semesta lain yang semoga menggembirakan kalian dan kita semua…

Sebarluaskan!

4 Komentar

  1. Seperti kata Paman Tyo, menulis blog dan jalan-jalan blog lakukanlah di saat mau saja, kalo pas tidak mau yowes hahahaha~

    Balas
  2. mungkin untuk newsletter bisa dibuat seminggu dua kali dikirim ke subscribers-nya atau info penting saja yang dikirim. Toh sampeyan juga share berita terbaru di profile Facebook, Twitter dan Fanspage.

    jujur saja, sejak January aku juga jarang buka blog sampeyan.

    Balas
  3. aku sih tetep terdaftar masdab, tiap hari terima notif. tapi yen pas sibuk so di-skip ra dibuka, yen pas ono wektu yo dibaca. gitu aja kok repot. jadi meski tiap hari njenengan posting, aku yang bacanya lompat-lompat. ngono yo ra popo toh? ga sampe pengin unsubscribe sih, kecuali njenengan tambah njelehi, misale hehehe…

    Balas
  4. Kalo sampe unsubscribe sih nggak, cuma skrg pengaturan email nya aja yg disetting gak instant email :)

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.