10 Finalis Festival Rock se-Indonesia ke-V

26 Apr 2017 | Bunyi Yang Kudengar

Album 10 Finalis Festival Rock se-Indonesia ke-V (Ya! Harusnya memang V tanpa ‘ke-‘…) adalah salah satu album rock klasik Tanah Air. Terlebih bagiku, album tersebut adalah pembuka tirai untuk berani menikmati musik rock lainnya setelah sebelumnya selalu menyerah pada Dian Pisesha, Tomy J Pisa, PMR dan lainnya para dedengkot musik Indonesia tahun 1980an.

Selepas mendengar album ini aku mulai mengoleksi serial album Metallica, Judas Priest, Scorpions berlanjut ke Nirvana, Pearl Jam dan seterusnya.

Keping kasetnya kubeli di rak toko kaset yang sekarang sudah kulupa namanya di Kebumen, Jawa Tengah dulu. Waktu itu aku baru masuk kelas 1 SMP, 1990, dan kalau tak salah kaset itu kuongkosi sebesar Rp 2500,00, angka yang tidak terlalu murah apalagi untuk seorang anak SMP sepertiku.

Kenapa aku baru menuliskan review-nya sekarang setelah 27 tahun berselang? Karena beberapa waktu lalu aku menemukan link album ini di Apple Music. Hal ini menarik karena pengaruh waktu yang menyatakan bahwa album ini adalah album usang jadi tak berlaku lagi. Kemajuan teknologi menjadikan musik adalah sesuatu yang timeless, bisa dinikmati kapanpun dengan kualitas yang sama (nggak ada acara pita kaset kusut). Jadi, siapa tahu dengan menuliskan review ini kalian jadi tertarik untuk mendownload/streaming secara legal ke gadget kalian dan usaha tak seberapa ini bisa jadi suntikan darah bagi Om Log Zelebhour dan kawan-kawan lain untuk tetap memproduksi rekaman-rekaman rock klasik berkualitas di Tanah Air!

Semoga bagian di atas barusan tak terlalu terdengar naif mengingat maraknya pembajakan ya hahaha!

So, berikut adalah review-ku.

Kerangka Langit (Kaisar – Solo)

Kaisar http://amrilfranks.blogspot.com/

Kaisar menurutku adalah penerus tradisi band berkelas dari kota Solo setelah Trenchem berkibar di era 70an (Setiawan Djody pernah bermain gitar di band Trenchem ini?sebelum ia pergi ke Amerika).

Kaisar Band yang digawangi Deny (vokal), Diki (gitar), Burhan (drum), Yudi Kosasih (keyboard) dan Didik (bass) ini membawa lagu yang menurutku amat rapi dan cocok dijadikan lagu pembuka di Side A album meski kenyataannya mereka hanya meraih juara ke-4 dari 10 peserta final.

Struktur lagunya straight dan entah kenapa setiap kali mendengar lagu ini aku melihat ada ‘nyawa’ yang sama dari lagu Kehidupan-nya Godbless yang dirilis kira-kira 4-5 tahun sebelumnya di album Semut Hitam.

Bagian interlude dimana Yudi (keyboard) berkolaborasi dengan Diki (gitar) adalah bagian yang paling kusuka.

Dara Pusaka (Rudal – Bandung)

Rudal. Foto diambil dari Wikipedia

Lagu ini termasuk salah satu yang tak terlalu kusuka karena lirik lagunya penuh kiasan padahal musiknya lugas sekali.

Coba simak ini:

Bangkitlah dan bangkitlah
sibakan teja nestapa
Gapailah nirmala tunjukan
cipta karyamu pada dunia
Inilah aku dara pusaka
Meski demikian, Rudal meraih peringkat kelima terbaik dalam festival tersebut. Oh ya, konon Rudal ini adalah band lawas yang masih terus eksis hingga sekarang meski beberapa personil telah berganti.

Malapetaka (Power Metal – Surabaya)

alm. Punky Dheaz. Foto diambil dari Metal-Archives.com

Power Metal adalah juara pertama pada festival yang diadakan di Malang, Jawa Timur ini. Lagu Malapetaka memang keren, berlirik lugas dan tak bertele-tele secara musikalitas. Dulu kupikir vokalis Power Metal untuk lagu ini adalah Arul Efansyah tapi ternyata bukan! Vokalis Power Metal saat itu adalah Pungky Dheaz yang setahun setelah festival ini lantas hengkang ke Andromedha Band yang juga berasal dari Surabaya dan sama-sama masuk sebagai finalis di festival ini.

Pungky Dheaz meninggal pada 2013 pada usia 58 tahun setelah terserang stroke.

Sadar (Saltis – Sumenep)

Saltis Band

Entah kenapa, Sadar adalah salah satu lagu yang amat kusukai saat itu. Liriknya bertutur/bercerita dan membentuk alur yang hidup. Reffreinnya amat kuat dan terutama aku suka dengan progresi chord di bagian, “menatap cahaya putih menyambutku, membersihkan hitamnya hatiku” lalu dilanjut melodi simple yang asyik.

Musik dan Aku (Partha Putri – Yogyakarta)

Partha Putri

Partha Putri mencuri perhatian! Semua anggotanya perempuan dan lagunya juga tak buruk. Satu-satunya hal yang membuatku selalu ingin men-skip lagu yang dibawakan band bervokalis Dyah Kutut ini adalah intro yang panjangnya hingga 1:49 menit!

Prestasi (Andromedha – Surabaya)

Andromedha adalah juara ketiga dalam festival ini. Dua personilnya ditetapkan sebagai best player masing-masing Lucky Setio Wicaksono (gitar) dan Yoyo Prasetyo (drummer).

Yoyo? Yup! Yoyo ini ya Yoyo yang kita kenal sekarang adalah drummer Musikimia dan sebelumnya berkiprah bersama Padi. Ia menjadi drummer terbaik di festival ini saat usianya baru menginjak 13 tahun!

Andromedha Band setelah Punky Dheaz bergabung (tengah). Yoyo ada di paling kanan mengenakan bandana.

Permainan double pedal-nya memang luar biasa di lagu ini dan kalau kalian membandingkan permainannya di lagu ini dengan beberapa lagu Padi dan Musikimia, kalian bisa tahu bahwa karakternya sudah tampak sejak saat itu!

Kok malah ngebahas Yoyo-nya? Yup! Karena aku tak terlalu suka pada lagu dan vokalnya yang kalau boleh aku menyarankan sih, “Nada dasarnya diturunkan setengah atau satu, Rek!” ada beberapa part yang agak sedikit dipaksakan dan ketinggian.

Oh ya, Lucky, sang gitaris, kemudian berpindah ke Power Metal hingga kini. Menarik ya, Lucky pindah dari Andromedha ke Power Metal sementara Pungky Dheaz sebaliknya, hijrah dari Power Metal ke Andromedha!

Generasi (New Chordhex’s – Medan)

Termasuk lagu yang tak terlalu kuperhatikan dalam album ini. Tak istimewa tapi juga tak buruk.

Polusi Kehidupan (Big Boys – Banjarmasin)

Yang paling menonjol dari lagu ini adalah vokalisnya! Siapa lagi kalau bukan Arul Efransyah! Ya, Arul yang kemudian kita kenal sebagai vokalis Power Metal pada saat itu adalah vokalis kelompok musik asal Banjarmasin ini. Lengkingan suaranya stabil layak jika ia dinobatkan sebagai vokalis di festival ini.

Arul. Foto diambil dari Rollingstone.co.id

Arul kemudian hengkang ke Power Metal menggantikan Pungky Dheaz (alm) yang keluar dari Power Metal saat grup tersebut sedang menjalani tour bersama God Bless.

Racun Neraka (Kamikaze – Surabaya)

Kamikaze Band

Kamikaze adalah salah satu band klasik Surabaya bersama dengan Power Metal, Andromedha dan Phytagoras. Yang kusuka dari lagu ini adalah permainan keyboard di intro lagu yang khas sekali!

Ada yang menarik dari Kamikaze. Aku pernah menonton live concert mereka di alun-alun kota Klaten pada pergantian tahun 1990/1991! Ya, aku ingat betul mereka jadi bintang utama pada konser malam itu :)

Rock Bergema (Roxx – Jakarta)

Ini adalah lagu paling baik yang dibawakan band paling keren dalam festival ini!

Meski dewan juri festival waktu itu yang terdiri dari Ahmad Albar, Arthur Kaunang, Jelly Tobing, Jocky Suryoprayogo dan Bens Leo memilih Roxx sebagai juara kedua tapi bagiku lagu dan band ini adalah yang paling keren.

Roxx Band. Foto diambil dari Metal-Archives.com

Buktinya? Hingga sekarang masih banyak orang mengenali Rock Bergema. Lagu ini sempurna dari segala lini. Permainan melodi yang menghiasi intro sangat familier di telinga tak ayal jika Tonny, sang bassist ditetapkan menjadi best player. Oh ya, Trison sang vokalis pernah berkiprah bersama Edane sepeninggal Ecky Lamoh yang kini tinggal di Jogja itu.

Kabar terakhir tentang band ini adalah keluarnya Jaya (gitaris) pada 2016 silam.

Nah, tunggu apalagi? Buruan beli/stream album lengkapnya di sini.

Sebarluaskan!

5 Komentar

  1. Dulu pertama kali tahu Andromedha ya lewat singlenya yang Lamunan, baru kemudian tidak menyangka kalau Pungky ternyata dulunya Power Metal, Soalnya sudah kadung ngeh kalau Power Metal itu ya Arul. Oh ya, drummernya Power Metal generasi awal, mas Mugix Adam itu dulu sering main ke kampung saya, katanya pernah kerja serabutan di Magelang.

    Untuk lagu Sadar, kita agaknya satu frekuensi, hehehe… aku kok ya seneng banget karo lagu kuwi. Dan semakin seneng setelah tahu riwayat band-nya. Saltis (konon katanya dari gabungan Salt Island alias pulau garam, mengacu pada madura) bisa dibilang menjadi satu-satunya grup rock tenar dari Madura sampai sekarang (tahun 97, katanya berubah nama menjadi Golden Boy). Vokalisnya, Encunk Hariyadi (tentu saja) masuk 10 besar vokalis rock terbaik versi Log…

    ?Lorong-lorong gelap, langkahku tersendat-sendat. Namun aku coba, melangkah dan melangkah. Walau kaki tak kuasa menahan raga, di antara dosa yang terikutkan… Antara sadar dan tiada. Terbuka hatiku tiba-tiba…?

    Lho, kok njuk melu nyanyi tho iki…

    (Eh ya, btw, sampeyan ketoke kudu ndelok iki, apik https://www.youtube.com/watch?v=hM3iy3x3fbU)

    Balas
  2. Yang SALTIS itu Fotonya KAISAR Boss hehe

    Balas
  3. Saat masih ngeband dulu, panggung pertama band sy membawa lagu prestasi milik andromeda, band sekampung sy memilih lagu kerangka langit kaisar, tp yg jd terbaik saat itu justru band dr luar kota yg membawa lgu rock bergema milik roxx, lg rock bergema memang sangat assik untuk panggung, penonton terhipnotis dgn irama musiknya yg benar2 enjoy.

    Balas
  4. Festival Rock Indonesia 5 adalah album Rock favorit saya
    Sampai sekarang pun albumnya masih populer di telinga saya
    Semua lagu di album ini saya suka banget
    Walaupun sekarang jaman telah berubah yang namanya festival Rock Indonesia bidah saya akses dengan Hp saya
    Jadi album ini saya Bunya di Hp saya dan tersedia secara offline
    Oh ya ngomong ngomong lagunya Andromeda yang populer di telinga saya adalah konser Rock suara kami lamunan capai cita Danyang terakkir goyang Rock N Roll yang asik banget lagunya

    Sampai sekarang pun album konser rock dari Andromeda pun masih saya simpan di Hp saya secara offline

    Balas
  5. Kaisar band waktu itu klo ga salah vocalisnya banhasir dan guitarisnya kecuk..lagu favorit selain rock bergema, zaman saya msh SMP

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.